Showing posts with label State Terror. Show all posts
Showing posts with label State Terror. Show all posts

Danlanud Biak Bantah Anggotanya Aniaya Warga

BIAK [PAPOS]- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Manuhua, Biak, Letkol (Pnb) Joko Triwibowo membantah anggotanya menganiaya warga bernama Adam Marandof, Minggu pagi.

"Anggota Lanud Biak memang mengamamankan warga sipil karena menganggu acara jalan santai ibu-ibu istri prajurit TNI AU anggota PIA Ardiya Garini tetapi bukan dianiaya seperti tuduhan korban," kata Komandan Lanud Manuhua Joko Triwibowo kepada pers, Minggu malam.

Ia mengatakan, anggota Lanud Manuhua tidak mungkin menganiaya warga sipil karena sebagai aparat TNI berkewajiban melindungi serta membina masyarakat.

Dia mengatakan, seorang warga diamankan Polisi Militer TNI AU sebagai tindakan pengamanan selama kegiatan jalan santai anggota PIA Ardiya Garini berlangsung. "Jika ada tuduhan bahwa pihaknya melakukan penganiayaan, Joko siap bertanggung jawab. Tudingan penganiayaan terhadap korban Adam Marandof perlu dibuktikan karena ini menyangkut nama baik institusi Lanud Manuhua maupun sebagai komandan satuan," ujarnya seraya ia berharap, persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Sementara itu, korban Adam Marandof mengakui kasus pemukulan dirinya terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 07.30 WIT berawal saat kegiatan jalan santai berlangsung.

Ia menjelaskan, peristiwa pemukulan dilakukann oknum prajurit TNI AU karena dirinya menegur sejumlah waria mengikuti kegiatan joget dengan pakaian seronok bertepatan dengan ibadah Minggu."Saya cuma memberitahu waria yang berjoget dengan pakaian tidak pantas di atas mobil tidak baik karena hari Minggu merupakan hari sakral bagi umat nasrani serta waktu dilaksanakan ibadah," ujarnya.

Ketika dirinya menegur di tempat kegiatan, lanjut Adam, secara tiba-tiba ia dianiaya sejumlah oknum prajurit sehingga menyebabkan perut bagian kiri mengalami sakit karena terkena pukulan dan tedangan."Saya minta kasus ini diproses secara hukum," ujar Adam Marandof di ruang UGD Rumah Sakit Biak.

Dantje Sesalkan

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Biak, Jan Dantje Kbarek menyesalkan peristiwa pemukulan tersebut."Saya harap persoalan ini segera diselesaikan dengan keluarga korban, ya selaku wakil rakyat kasus ini tidak perlu terjadi mengingat prajurit TNI merupakan aparatur negara yang wajib menjaga, melindungi serta menganyomi masyarakat sipil," ungkap Dantje Kbarek.

Hingga Minggu malam Adam Marandof masih menjalani rawat inap di ruang UGD RSUD Biak. [bel/ant]

Written by Bel/Ant/Papos  
Tuesday, 16 November 2010 00:00

Pernyataan Gubernur Dapat Memperkeruh Suasana

CINDERAMATA : Gubernur Papua, Barnabas Suebu ketika menyerahkan cinderamata kepada mantan Pangdam XVII/Cenderawasih Hotman Marbun pada saat lepas sambut di Sasana Krida, Jumat [12/11] malam

JAYAPURA [PAPOS]- Gubernur Papua menyatakan video kekerasan hanya untuk mendiskreditkan pihak tertentu. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Papua pada saat lepas sambut mantan Pangdam XVII/Cenderawasih Hotman Marbun di Sasana Krida, Jumat [12/11] malam

di Gedung Negara, Jumat [12/11] malam dan dilansir media cetak local, Hal ini mendapat tanggapan dari coordinator Kaukus Parlemen Papua, Paskalis Kosay, MM.

‘’Jadi menurut saya, apa yang disampaikan Gubernur Papua tersebut sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada. Kasus video kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap masyarakat sipil sempat beredar dikalangan luas masyarakat Papua,’’ kata Paskalis melalui SMS yang dikirim ke Papua Pos, Sabtu [13/11] pagi.

Apalagi kata politisi ulung Golkar Papua ini, sudah jelas siapa pelakunya, bahkan kasusnya pun sudah divonis bersalah dalam sidang kode etik TNI. Oleh karena itu, aneh rasanya jika Gubernur menyatakan bahwa kasus itu, hanya untuk mendiskreditkan pihak tertentu. ‘’Justru menurut saya, apa yang disampaikan oleh Gubernur tersebut dapat memperkeruh suasana kebatinan masyarakat Papua, karena kasus itu bukan rekayasa dan pelakunya jelas-jelas ada dan sudah divonis bersalah,’’ imbuhnya.

Statemen Gubernur itu juga ujar mantan wakil ketua DPR Papua ini sangat bertentangan pula dengan kebijakan dan arahan Kasad, dimana setiap anggota TNI yang bertugas di Papua harus menjadi bagian orang Papua. Artinya, siapapun dia anggota TNI yang bertugas di wilayah Papua, tanpa kecuali harus selalu menghargai orang Papua sebagai saudaranya sendiri, bukan melukai hati rakyat. [bela]

Written by Bela/Papos  
Monday, 15 November 2010 00:00

Papua Indonesia

Facebook Status RSS Feed Filter