Showing posts with label kondisi keamanan. Show all posts
Showing posts with label kondisi keamanan. Show all posts

Kamtibmas Kwamki Lama Makin Kondusif

Timika [PAPOS] - Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kwamki Lama, Timika, semakin kondusif pascabentrokan antara dua kelompok warga setempat akhir pekan lalu, kata Kepala Kepolisian Sektor Mimika Baru AKP Lang Gia.

Ia mengatakan di Timika, Jumat, meski situasi kamtibmas di Kwamki Lama sudah semakin kondusif namun aparat kepolisian tetap disiagakan di wilayah itu.

Menurut dia, saat ini Polres Mimika menempatkan satu pleton personel pengendali massa (Dalmas), tim perintis satu regu ditambah personel Polsek Mimika Baru dan satu pleton Brimob Detasemen B Polda Papua di Kwamki Lama.

"Kondisi di sana sudah kondusif, masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa dan kendaraan angkutan masyarakat serta kendaraan ojek sudah masuk Kwamki Lama. Demikian juga sekolah sudah dibuka kembali," kata Lang Gia.

Selain bertugas menjaga keamanan di Kwamki Lama agar tetap tenang, penempatan personel polisi di wilayah itu juga dalam rangka terus memberikan imbauan kepada warga setempat agar tidak terlibat aksi saling serang.

"Setiap hari petugas kami memberikan imbauan kepada masyarakat Kwamki Lama menggunakan megaphone untuk tetap menjaga situasi tetap aman. Kami juga mendatangi kelompok-kelompok masyarakat setempat untuk menyampaikan maksud yang sama," tutur Lang Gia.

Ia mengatakan, dari hasil pertemuan beberapa hari lalu yang difasilitasi Polres Mimika, dua kelompok warga di Kampung Landu Mekar Kwamki Lama menghendaki Pemkab dan DPRD Mimika turun tangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kwamki Lama.

Dua kelompok warga Landu Mekar Kwamki Lama yang sempat terlibat aksi saling serang pada Senin (22/11) yaitu kelompok Acer Murib melawan kelompok Jacobus Kogoya. Aksi saling serang antara dua kelompok warga itu dipicu oleh kematian Lenius Kogoya, adik Jacobus Kogoya yang dibunuh oleh Yan Yos Murib, anak Mekokme Murib pada Rabu (16/11).

Pelaku pembunuhan Lenius Kogoya yaitu Yan Yos Murib sudah ditangkap oleh polisi saat razia di Landu Mekar Kwamki Lama akhir pekan lalu dan saat ini yang bersangkutan mendekam di Rutan Polres Mimika untuk menjalani proses hukum. [ant/agi]

Written by Ant/Agi/Papos    
Saturday, 27 November 2010 00:00

Penertiban Camp di Freeport Mendapat Perlawanan

TIMIKA [PAPOS] – Rencana PT. Freeport Indonesia untuk menertibkan camp-camp milik warga di daerah kali Iwaka, Distik Kuala Kencana mendapat perlawanan dari masyarakat.

Daerah yang hampir seluruhnya hutan ini, merupakan kawasan yang dijaga oleh Freeport untuk melestarikan hutan dan ekosistim di dalamnya, karena disinyalir sebagian dari warga telah melakukan penebangan liar untuk kepentingan ekonomi dan pribadi.

Namun, kawasan ini diklaim oleh masyarakat suku moni sebagai tanah adat yang mencakup hingga areal Kuala Kencana seluar 17 Hektar lebih, sehingga mereka menuntut agar Freeport mengembalikan tanah tersebut atau ganti rugi areal yang telah digunakan.

Sementara PT. Freeport Indonesia menggunakan tanah tersebut berdasarkan sertifikat tanah yang dikeluarkan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Fak-fak tahun 1994, Sertifikat Hak Guna Bangunan yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional Timika tahun 2002 dan Pelepasan Hak atas Tanah Adat dari beberapa kepala Suku Kamoro tahun 1995.

Disisi lain masyarakat suku Moni menilai bahwa tanah tersebut adalah hak ulayat mereka yang beranggapan selama ini tidak pernah diserahkan kepada PT Freeport.

“Untuk menyelesaikan masalah ini, dewan akan mengirimkan surat kepada PT.Freeport untuk meminta Freeport dan pihak keamanan menjelaskan kasus ini, sambil menunggu kesiapan waktu untuk bicara antara Freeport, warga Moni dan Pemda,” ujar Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mimika, Karel Gwijangge kepada Papua Pos diruang kerjanya, Jumat [6/8].

Menurut, Karel Gwijangge, upaya PT. Freeport Indonesia mengosongkan wilayah sekitar Kali Iwaka yang berbatasan dengan Perumahan Karyawan Freeport dan Pusat Perkantoran Kuala Kencana dinilai tidak beralasan karena wilayah ini bukan kawasan Eksplorasi. Sehingga perluu dibicarakan secara baik. [cr-56]

 

Ditulis oleh Cr-56/Papos  
Senin, 09 Agustus 2010 00:00

Papua Indonesia

Facebook Status RSS Feed Filter