Showing posts with label pesawat jatuh. Show all posts
Showing posts with label pesawat jatuh. Show all posts

Pesawat Susi Air Tergelincir di Bintuni

Sejumlah warga melihat kondisi pesawat Susi Air yang terperosok

BINTUNI - Juru Bicara Kepolisian Daerah Papua Kombes Wachyono mengatakan, bahwa pada Rabu (8/6) sekitar pukul 09.30 WIT, Pesawat Susi Air PK-VVT type C 208 tujuan Bintuni-Manokwari, yang dipiloti Blaire Cliff Warga Negara New Zealand, Co-pilot Udit Suda, juga WN New Zealand, dengan Penumpang 10 orang, tergelincir di bandara Bintuni Papua Barat. ‘’Saat melakukan haluan kanan di ujung runway landasan guna melakukan take off menuju Manokwari, ban pesawat bagian belakang kanan tidak bisa bergerak (macet) sehingga pesawat tidak bisa dikendalikan dan tergelincir ke parit sebelah kiri runway. Propeler depan rusak terkena benturan dengan gundukan tanah yg berada di pinggir runway,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa. Tepat pukul 10.35 WIT pesawat di evakuasi oleh personil Res Bintuni dibantu Masyarakat ke parkiran pesawat. (ram/jer)

Lima Jenazah Kru Dikirim ke Jakarta

Saat ke lima jenazah anggota Polri korban tewas ini, akan dinaikkan ke pesawat merpati di bandara Frans Kaisiepo Biak untuk diberangkatkan ke Jakarta melalui Makassar , Jumat 29 Okt.BIAK—Pesawat jenis Skytruck milik Mabes Polri yang jatuh di Wami, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 5 orang kru anggota Polri yang tewas, Jumat (29/10), telah diberangkatkan melalui bandara Frans Kaisiepo Biak, Papua dengan menggunakan pesawat milik maskapai penerbangan Merpati.

Kepala Bagian Operasi (Kabag.Ops) Polres Biak Numfor, AKP Danang Widaryanto mengatakan kedatangan jenazah di Bandara Frans Kaisiepo dari Nabire menggunakan pesawat jenis twin otter. Menurut Danang, tiga jenazah tiba pukul 11.00 WIT, sedangkan dua jenazah lagi pukul 15.00 WIT. Dan diberangkatkan menggunakan pesawat merpati ke tempat tujuan Jakarta , melalui bandara Hasanuddin Makassar. “ Sebelumnya karena kondisi kelima jenazah ini telah mengeluarkan cairan, sehingga dibawah ke RSUD untuk dibersihkan, dan sekitar pukul 18.20 WIT telah diberangkat dari Biak-Makassar-Jakarta ,” kata Danang Widaryanto kepada Bintang Papua, Jumat (29/10).

Dari laporan identifikasi terhadap korban yang diterima dari Polres Nabire, masing-masing jenazah yang tiba di Biak, pilot AKP Irwan, Ipda Amri dan Briptu Saiful Bahri yang tiba pukul 11.00 WIT, sedangkan dua korban lagi tiba pukul 15.00 WIT di bandara Frans Kaisiepo. Keberangkatan ke lima jenazah korban jatuhnya pesawat milik Mabes Polri ini, diantar anggota kepolisian dan ibu-ibu bhayangkari dijajaran Polres Biak Numfor.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono saat dikonfirmasi tentang upaya penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat tersebut mengatakan bahwa akan didatangkan tim dari KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transortasi). “Kita masih menunggu KNKT yang akan datang guna penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat,” ungkapnya saat dihubungi via Hand Phonenya.

Setelah proses penyelidikan oleh KNKT, menurutnya baru akan dilakukan evakuasi pesawat dari lokasi jatuhnya pesawat.(pin/aj/don)

Semua Awak Pesawat Tewas

Dari Jatuhnya Pesawat Skytruk Milik Polri di Nabire

Kabid Humas Kombes Wachyono saat menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat di petaJayapura—Dunia penerbangan di Papua kembali berduka.  Pesawat Skytruck milik Mabes Polri yang secara khusus datang ke Papua guna melaksanakan misi kemanusiaan, yakni mengangkut logistik maupun personil Polisi yang bertugas membantu korban banjir Wasior, Rabu (27/10) sekitar pukul 16.35 WIT dilaporkan jatuh di kawasan Pantai Wanggar Kampung Wami, Kabupaten Nabir.  Pesawat nahas itu jatuh setelah menabrak pohon. Sementara seluruh awaknya dilaporkan tewas mengenaskan.

Pesawat yang dipiloti AKP Irwan dengan co pilot Iptu Bayu beserta tiga kru pesawat masing-masing Ipda Muhammd Amri, Briptu Hadi Riyanto, Briptu Aipul Bahri dikabarkan jatuh terbakar dan semua awak pesawat tersebut tewas.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam upaya evakuasi korban, telah didatangkan tim dari Polda Papua yang dipimpin Direktur Samapta AKBP Desmawan Putra bersama tim Ilustrasiidentifikasi guna memback up Polres Nabire yang sedang berupaya melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat.  “Pesawat itu ke Papua dibawah kendali operasi Polda Papua dalam rangka tugas kemanusiaan membantu korban Banjir Wasior,’’ ungkapnya Kamis (28/10).

Setelah selesai melaksanakan tugas-tugasnya, menurut Wachyono pesawat bersama lima awaknya ke Jayapura guna berpamitan kepada Kapolda Papua. “Kemudian transit di Nabire untuk mengisi bahan bakar. Pukul 16.05 WIT pesawat take off dari Bandara Nabire tujuan Ambon dan hilang kontak dengan tower Bandara Nabire,’’ jelasnya.

Lebih lanjut diceritakan, pesawat yang diperkirakan jatuh sekitar poukul 16.30 WIT tersebut menurut saksi mata atas nama Melki Yarayomi (30) pesawat hendak mendarat darurat di pesisir pantai di desa Wami Distrik Wanggar. “Kemudian pesawat tersebut menabrak pohon hingga jatuh dan terbakar,’’ lanjutnya.

Saksi Melki Yarayomi, dikatakan Wachyono sempat mendatangi TKP dan mengambil enam serpihan pesawat. “Selanjutnya ia melaporkan ke Pos Polisi Hionseng dekat sebuah perusahaan kayu dan diterima oleh dua anggota Polres Nabire yang sedang bertugas,’’ ungkapnya.
Lima Korban Skytruck Berhasil Dievakuasi///

Sementara itu informasi terakhir dilaporkan, lima jenazah korban jatuhnya pesawat Skytruck milik Polri yang mengalami kecelakaan di kawasan Wami, Distrik Wanggar, Nabire, Papua, dalam penerbangan dari Jayapura menuju Ambon sudah ditemukan.

"Informasi terakhir yang kita terima dari Kapolres Nabire AKBP Bambang dan Direktur Samapta Papua AKPB Desmawan Putra, lima jenazah penumpang Skytruck sudah ditemukan," kata Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (28/10/2010) sebagaimana dilansir media online kompas.com.

Menurut Iskandar, kini kelima jenazah tersebut sudah berada di Rumah Sakit Nabire. "Dokter berhasil mengidentifikasi tiga jenazah, yakni pilot Ajun Komisaris Irwan, kru lainnya Ipda Moh Amri, dan Briptu Aipul Bahri. Dokter masih mengupayakan identifikasi dua korban lainnya," kata Iskandar.

Selain lima jenazah, evakuasi juga menemukan tiga dari empat senjata jenis revolver milik kru. Diberitakan oleh Iskandar, lokasi jatuhnya Skytruck telah diamankan oleh Polisi Resor Nabire. "Tim evakuasi sempat kesulitan karena Skytruck jatuh di rawa-rawa. Untuk ke sana, tim menggunakan speed boat," katanya.(aj/don)

Papua Indonesia

Facebook Status RSS Feed Filter